(+62) 897-7257-136 contact@triptofun.id

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Birth Date*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.
Please agree to all the terms and conditions before proceeding to the next step

Already a member?

Login
(+62) 897-7257-136 contact@triptofun.id

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Birth Date*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.
Please agree to all the terms and conditions before proceeding to the next step

Already a member?

Login

Santab Empal Asem dan Empal Gentong Enak di Empal Amarta

empal_gentong_amerta_cirebon

“kalau keluarga gue biasanya makan di Empal Gentong Amarta, tur” kata Jo

“tapi kan lu tadi minta ke Empal Haji Apud jadi gue anterinnya kesini” tambahnya lagi

Percakapan setahun lalu usai Saya dan Jo menyantab Empal Asem dan Empal Gentong di Empal Haji Apud, masih tergiang dalam ingatan saya.

“jadi menurut lo, enakan Empal Amarta? Tapi kenapa tempat itu ga begitu ramai seperti disini?” tanya saya penuh keheranan.

Ya, lokasi Empal Amarta dan Empal Haji Apud saling berdekatan, dilihat sekilas dari luar, Empal Haji Apud punya pelanggan yang jauh lebih ramai daripada Amarta.

Empal Gentong Amarta

Pada liburan akhir tahun 2018, saya dan istri beserta anak berkesempatan kembali menyambangi Cirebon. Liburan di Cirebon kami manfaatkan untuk mengunjungi berbagai obyek wisata yang ada disini dan tentu saja berwisata kuliner.

Dari Hotel Sidodadi tempat kami menginap, kami menuju Empal Amarta yang berada di Jalan Haji Djuanda atau lebih dikenal dengan sebutan Plered. Di sepanjang jalan ini banyak sekali kedai empal gentong.

Perjalanan agak terhambat karena memang Jalan Haji Djuanda ini merupakan Jalan Nasional yang banyak dilalui oleh kendaraan terutama pada saat musim liburan.

Akhirnya kami pun tiba di Empal Amarta, langsung saja kami menuju lantai dua yang merupakan tempat makan berpendingin udara sehingga terbebas dari asap rokok.

Empal Gentong Amarta punya dua lantai untuk tempat makan

Begitu duduk, langsung saja dua orang pelayan datang. Satunya mencatat pesanan makanan sedangkan satunya lagi mencatat pesanan minuman (kenapa dipisah gitu ya?)

Kami memesan seporsi Empal Gentong dan Empal Asem, ya seperti inilah gaya kami yang selalu memesan menu yang berbeda agar bisa saling cicip.

Oh ya, disini atau di kedai – kedai penjual Empal Gentong lainnya empal bisa dipesan dengan kategori daging, babat, usus atau kikil. Jadi tinggal mau pilih mana saja yang kita suka. Tapi kalau takut kolesterol naik, baiknya pesan yang daging saja.

Mau pilih daging, babat, usus atau kikil?

Tak perlu menunggu lama, pesanan kami pun datang di hadapan kami. Tampilan Empal Gentong dan Empal Asem-nya begitu memikat, ingin sekali langsung disikat ke perut tapi sebelum disantap, di foto dulu dong!

Perbedaan Empal Gentong dan Empal Asem

Mungkin pembaca ada yang bertanya – tanya bedanya Empal Gentong dan Empal Asem?

Jadi, Empal Gentong itu ialah soto gulai daging khas Cirebon yang dimasak dalam gentong besar dari tanah liat dan apinya dari kayu bakar. Ada dua jenis empal yakni Empal Gentong yang berkuah santan dan bertabur kucai dan Empal Asem yang berkuah bening dari kaldu sapi dengan citarasa asam dari belimbing wuluh dan asam Jawa.

Empal Gentong

Setahun lalu, saya sudah menyantab Empal Genton di Empal Apud, nah kali ini saya menyantab Empal Asem. By the way, menu Empal Asem ini diciptakan oleh pemilik Empal Amarta lho!

Empal Asem

Baiklah, sekarang saatnya menyantab empal – empal berkuah ini.

Empal Asem racikan Empal Amarta ini benar – benar enak banget, rasanya gurih dan segar karena tomat dan belimbing wuluhnya. Sedangkan Empal Gentong-nya sedap dengan bumbu yang meresap, taburan kucai dan bawang goreng menambah citarasa.

Harga Empal Gentong/Empal Asem Amarta

Seporsi empal gentong dan empal asem yang nikmat ini dibanderol dengan harga Rp 25.000, untuk nasi dan lontongnya Rp 5.000, sedangkan jika mau tambah sate kambing per tusuknya Rp 5.000.

Sejarah Empal Amarta

Rasanya bagi seorang blogger kurang afdhol kalau gag kepoin yang mpunya kedai atau cerita mengenai kedainya sehingga menjadi legenda kuliner Cirebon. Tul ga?

Pada tahun 1997 lalu, pasangan suami istri bernama Solihin dan Emi pertama kali merintis warung makan Empal Gentong Amarta.

Untuk memasak empal, mereka menggunakan beragam bumbu rempah seperti, serai, bawang merah, bawang putih, dan beberapa bumbu rempah lainnya.

Beragam bumbu rempat tersebut dimasak dengan santan dan daging sapi dalam gentong. Empal yang telah dimasak hingga matang dibiarkan terus berada di atas api.

Daging sapi akan dipotong – potong jika telah ada pesanan dari pembeli. Hal ini menjadikan dagingnya begitu empuk dan bumbunya benar – benar meresap.

Selain Empal Gentong, disini juga ada Empal Asem yang menjadi menu andalan. Empal Amarta mengklaim bawah mereka adalah pelopor Empal Asem di Cirebon.

Jadi, kalau kamu liburan ke Cirebon, mampirlah ke Empal Amarta. Rasakan sedapnya Empal Gentong dan Empal Asem-nya!

Teachers and students packed a recent school board meeting to speak out against some of the proposed cuts, such as reductions in custom dissertation writing guidance counselors, athletic programs, and teacher aides.

1 Response

Leave a Reply