Hotel Batiqa Cirebon, Rumah Kedua Kami di Kota Udang

review hotel batiqa cirebon

Pada awal April 2019, saya bersama anak dan istri berkunjung ke Cirebon, Jawa Barat. Sepertinya kunjungan perdana kami di awal tahun di Kota Udang ini belum memuaskan. Jadinya kami kembali lagi kesini. Selama 5 hari 4 malam kami kembali mengeksplore Cirebon serta Kuningan. Dan untuk pilihan tempat menginapnya ialah Hotel Batiqa Cirebon.

Hotel Batiqa Cirebon berada di Jalan Cipto Mangunkusumo yang merupakan jantung Kota Cirebon. Dari Stasiun Kejaksan jaraknya sekitar 5 kilometer.  Jadi mudah banget dijangkau.

Bangunan Hotel Batiqa Cirebon di Jalan Dr Cipto Mangunkusumo

Hotel Batiqa Cirebon memiliki 97 kamar superior dan 11 kamar suite yang cocok untuk liburan keluarga. Berhubung anak masih satu, bagi kami kamar superior sudah cukup.

Tampilan kamar superior Hotel Batiqa Cirebon

Oh ya, kenapa kami memilih Hotel Batiqa waktu liburan di Cirebon?

Soalnya waktu itu lagi ada promo dari Tiket.Com, promonya diberi nama harga Gledek sehingga saya bisa mendapatkan harga spesial untuk menginap di hotel dengan kelas bintang tiga ini. Harga per malamnya waktu itu Rp 259.666, room only dan tanpa sarapan. Bagi kami tak masalah, sebab sarapan di hotel kan itu ke itu aja, lagipula salah satu tujuan kami ke Cirebon itu ya jelajah kuliner.

Konsep Hotel Batiqa merupakan hotel butik yang menekankan karakteristik khas batik di daerahnya. Jadi begitu masuk ke hotel ini akan terasa nuasa batik dengan motif Megamendung yang menjadi ciri khas Batik Cirebon.

Pelayanannya Begitu Ramah

Kami memiliki waktu 4 malam di Cirebon. Awalnya saya ingin berpindah – pindah hotel untuk merasakan suasana di tiap hotel yang ada di Cirebon.

Tapi kami putuskan untuk tetap extend di hotel yang dibangun sejak tahun 2015 ini, sebab kami betah banget sama layanan yang diberikan oleh Batiqa terutama dengan orang – orang yang bekerja disini. Mereka begitu ramah kepada tamu – tamunya. Mulai dari penjaga parkir, security, receptionist dan cleaning service. Semuanya bekerja dengan baik dan membuat kami berasa seperti di rumah saja.

Kamar dengan Panorama Gunung Ciremai

Selama menginap 4 malam di Hotel Batiqa Cirebon, kami menempati kamar di lantai 5 dengan nomor ganjil (saya lupa nomor kamarnya), yang jelas kami sangat beruntung sebab panorama dari balik jendela kamar kami berupa Gunung Ciremai.

Panorama Gunung Ciremai dilihat dari jendela kamar yang kami tempati

Fasilitas Kamar

Di kamar superior yang kami tempati, semua fasilitas yang menjadi standar hotel bintang tiga tersedia disini. Kasur ukuran double dengan bed cover putih bersih, TV layar datar berukuran 32 inchi, seperangkat meja kerja, water heater, kopi, teh, gula, cangkir, air mineral, lemari gantung, safe deposit box dan sendal kamar.

TV layar datar
Air mineral, water heater lengkap dengan cangkir beserta gula, teh dan kopi
Ada juga kulkas mini
Perlengkapan mandi

Tak ketinggalan rajutan rotan dengan pola batik megamendung yang tergantung menghiasi dinding kamar.

Fasilitas Olahraga

Salah satu poin yang harus dimiliki oleh hotel bertaraf bintang tiga adalah fasilitas olahraga. Tapi sayangnya di Hotel Batiqa Cirebon ini belum ada kolam renang.

Meski demikian di lantai tiga hotel ini tersedia beberapa peralatan gym yang bisa digunakan oleh para tamu. Bisa untuk membakar lemak usai menyantap empal gentong dan empal asem nih!

Baca juga Empal Asem dan Empal Gentong Amarta, Sama Enaknya!

Fasilitas gym di lantai 3

Ada treadmill, dumble buat mengencangkan otot – otot dan peralatan gym lainnya yang saya tak tahu apa namanya. Hohoho..

Fasilitas Meeting Room

Bagi yang berkunjung ke Cirebon dengan tujuan melakukan aktivitas bisnis ataupun rapat. Hotel Batiqa Cirebon juga bisa menjadi pilihan. Disini terdapat 4 meeting room dengan kapasitas 30 hingga 110 orang.

Fresca Bistro

Di tiga malam pertama kami memang sengaja tidak memesan kamar dengan sarapan. Namun, di hari terakhir kami di Batiqa, kami ingin mencoba santap sarapan di Fresca Bistro. Seperti apa menu sarapan yang tersedia disini?

Ternyata menunya sangat bervariasi, memadukan antara menu tradisional dan modern.

Ada omelete, bubur ayam, roti dengan beraneka selai, empal gentong dan nasi jamblang yang merupakan makanan khas Cirebon. Membuat sarapan di hari terakhir kami di Batiqa begitu mengesankan.

Makanan modern ala western
Nasi jamblang juga tersedia

Saya mencoba empal gentong dan nasi jamblang yang disajikan oleh Fresca Bistro, dan rasanya gag kalah sama yang dijual oleh tempat terkenal di Cirebon.

Nasi Jamblang ala Fresca Bistro
Empal gentongnya juga sedap

Ada Pengalaman Tak Enak?

Dari tadi bahas yang enak – enaknya saja. Sebagai reviewer yang jujur, maka saya juga akan berbagi pengalaman yang sedikit kurang menyenangkan.

Jadi AC di kamar kami mengalami kebocoran, benar – benar bocor tak hanya sekedar tetesan.

Kami pun segera melapor kepada receptionist, yang diteruskan kepada bagian engineering. Tak lama kemudian seorang teknisi datang ke kamar kami untuk memperbaiki masalah pada AC. Dalam waktu yang terbilang cepat, teknisi itu berhasil memperbaiki AC di kamar kami.

Kami sangat mengapresiasi pelayanan Hotel Batiqa Cirebon yang begitu cepat dan tanggap dalam menghadapi keluhan konsumennya.

Apa Akan Kembali kesini?

Jika ada kesempatan liburan di Cirebon, maka sepertinya saya akan kembali menginap disini. Saya juga merekomendasikan hotel ini kepada para pembaca Triptofun.

Terima kasih telah membaca pengalaman kami saat menginap di Hotel Batiqa Cirebon.

You may also like...