Cara Asik Menikmati Sore Hari di Penang,Berburu Street Art George Town

sreet art di George Town Penang

Usai menjalani salat ashar di Masjid Kapitan Keling, saya melanjutkan agenda eksplore George Town di sore hari. Kali ini yang menjadi sasaran saya adalah Jalan Lebuh Armenian dimana terdapat beberapa street art yang menghiasi dinding jalan ini.

Baca juga : Masjid Kapitan Keling, Masjid Tertua di Pulau Pinang

Ya, berburu street art adalah salah satu agenda menarik yang bisa dilakukan bagi anda yang sedang liburan di George Town, Penang.

Sebelumnya di lobby Tido Hostel, saya menemukan beberapa brosur mengenai informasi wisata yang ada di Penang. Salah satunya berjudul Marking George Town, isinya berupa peta lokasi street art yang menghiasi dinding – dinding jalanan sekitar George Town. Beberapa diantaranya terdapat informasi singkat mengenai street art tersebut.

Baca juga : Menginap Murah dan Nyaman di Tido Hostel

Marking George Town yang berisikan lokasi street art di George Town
Peta sebaran street art di sekitar George Town, Penang

Saat saya menulis artikel ini, sudah ada 52 street art baru di sekitar George Town. Karya seni ini dibuat oleh beberapa seniman Malaysia diantaranya adalah Tang Mun Kian, Reggie Lee dan Baba Chuah.

Sebelum ada street art yang baru ini, sudah ada street art lainnya yang sudah lebih dulu eksis dan menjadi salah satu ikon wisata dari Pulau Penang.

Nah street art yang sudah terkenal itu lokasinya ada di Jalan Lebuh Armenian dan Jalan Lebuh Victoria. Dengan membawa peta lokasi street art George Town ini, dengan mudah saya menemukannya.

Jalan Lebuh Armenian hanya sepelemparan batu dari Masjid Kapitan Keling.

Jalan Lebuh Armenian Penang

Suasana ramai oleh wisatawan mulai terasa di ujung Jalan Lebuh Armenian. Disini saya menemui  abang – abang tukang becak yang menawarkan jasanya kepada para wisatawan yang berlalu lalang. Abang becak ini menawarkan diri dengan memperlihatkan kertas foto yang telah dilaminating kepada wisatawan.

Kalau ga mau capek jalan kaki, bisa juga naik becak

“ayo naik becak saja, nanti kita ke tempat – tempat ini” kata salah satu tukang becak, sembari memperlihatkan kertas foto andalannya.

Tarif untuk naik becak wisata ini adalah RM 20 (sekitar Rp 70 ribu) untuk sekali pusing (putar) yang biasanya dihabiskan dalam waktu 30 menit. Seandainya kesini bersama istri, saya pasti pilih naik becak. Tapi berhubung sendirian, jadinya jalan kaki saja.

street art pertama yang saya temui berupa gambar tiga orang lelaki dewasa yang sedang saling mendorong. Wisatawan bisa berfoto disini, jika mengambil foto dari sudut pandang yang pas, maka terlihat kita sedang ikut mendorong.

Payung hias yang mempercantik sebuah lorong yang ada di Jalan Lebuh Armenian

Saya berjalan lagi dan menemukan street art yang bisa dikatakan paling terkenal yakni gambar sepasang anak yang sedang asik membonceng sepeda, tapi sepedanya pakai sepeda beneran. Wisatawan ngantri untuk foto disini.

Mau foto sama tembok aja harus ngantri gini

Ada lagi street art berupa punting – puntung rokok yang menggantung di dinding. Isi pesannya adalah Only you can stop. Maksudnya untuk hanya diri anda sendirilah yang bisa menghentikan diri dari ketergantungan merokok.

Salah satu street art yang saya suka maknanya

Disamping street art puntung rokok, ada lagi street art yang juga bisa dibilang ikonnya George Town, saya tak tahu namanya. Pokoknya yang ada motor tua, terus ada gambar anak sedang mengendarainya.

Turis dari Cina sedang asik berpose di salah satu street art yang ada di George Town

Banyak banget wisatawan yang rela antri untuk bergantian foto disini. Termasuk rombongan wisatawan asal Cina yang saya temui disini.

Disini saya juga menemui seorang tukang becak yang usianya sudah renta, ia sedang melayani pelanggannya dengan baik. Ia akan selalu berhenti di spot – spot street art yang menarik, selain menjadi penarik becak ia juga mampu menjadi fotografer yang bisa diandalkan.

 Selain street art di Jalan Lebuh Armenian dan sekitarnya kita juga bisa menemukan penjual pernak – pernik cantik khas Penang, ada juga penjual makanan dan minuman. Tapi kalau saya lihat dari harganya, mereka menjual dengan harga yang lebih mahal dari tempat lain. Mungkin karena sasarannya adalah wisatawan.

Usai sudah penjelajahan saya disini. Namun saya terus melangkahkan kaki hingga akhirnya saya sampai di Clan Jetty.

Bersambung

You may also like...

(1) Comment

  1. Kulihat Ada Pelangi di Kampung Chew Jetty Penang – Triptofun

    […] Baca juga : Berburu Street Art di George Town […]

Comments are closed.