Menginap Nyaman di Tido Hostel Penang, Cuma Rp 70 Ribuan Per Malam

tido hostel penang jalan argyll

Di minggu ketiga Oktober 2019, saya mendapatkan kesempatan untuk solo traveling ke Penang. Karena tanpa anak dan istri, saya tak perlu memesan kamar superior atau Deluxe. Supaya hemat anggaran perjalanannya saya memilih tidur di kamar dormitary yang biasanya disediakan oleh hostel. Pilihan saya jatuh pada Tido Hostel

kamar dorm tido hostel
Kamar dorm seperti ini bentuknya

Tido Hostel berada tepat di perempatan yang mempertemukan antara Jalan Argyll dan Jalan Transfer. Ancer – ancernya di seberang SPBU Caltex. Pakai Google maps saja sebagai petunjuknya, pasti ketemu.

alamat tido hostel
Lokasinya ada di perempatan yang mempertemukan Jalan Argyll dan Jalan Transfer

Harga kamar dormitory yang saya dapatkan sangat terjangkau, yakni hanya Rp 70 ribuan. Saya memesannya via aplikasi Agoda. Harga tersebut juga sudah termasuk sarapan sederhana dan wifi.

Apabila anda ingin menginap disini secara langsung, maka per bed-nya dikenai harga RM 30 (setara Rp 102,000). Jadi baiknya pesan via aplikasi penyedia kamar hotel saja, karena biasanya lebih murah.

Oh ya, harga tersebut belum termasuk Tax Tourism sebesar RM 10 per malamnya (setara Rp 34,000) dan local goverment fee sebesar RM 2 (setara Rp 6,800)

Hotel atau penginapan di Penang biasanya menetapkan waktu mulai check in pada pukul 15.00 Waktu Malaysia.

Saya datang lebih awal satu jam dari waktu tersebut, karena yang ada dipikiran saya waktu check in ialah mulai dari 14.00 yang mana biasa ditetapkan oleh hotel – hotel di Indonesia.

Lobby Tido Hostel

Saya sempat khawatir ketika hendak check in, karena bisa saja saya terkena tambahan charge karena early check in sebesar RM 10. Namun, si resepsionis yang keturunan India itu ternyata dengan baik hati memperkenankan saya untuk check in.

Kemudian ia meminta saya untuk membayar tax tourism serta uang untuk deposit sebesar RM 20, jadi total yang harus saya bayar RM 44. Nantinya uang deposit yang RM 20 itu dikembalikan saat check out. Lalu, mbak resepsionis memberikan saya handuk serta selimut yang telah dilipat dengan rapi dan harum.

Bed yang saya tempati

Saya mendapatkan kamar di lantai 2, room A dan di bed nomor 7 (upper bed). Saat memasuki kamar, tidak ada seorang pun di dalamnya. Sepertinya para penghuninya masih asik mengeksplore Penang.

Kamar saya yang berada di lantai 2, room A Ruang B dan C digunakan untuk kamar dengan double bed

Kasur yang saya tempati sangat empuk dan dilapisi bed cover yang bersih. Di bed ini juga tersedia fasilitas colokan dan lampu tidur.

Di bed yang saya tempati, tersedia colokan dan lampu tidur.

Di tiap lantai Tido Hostel terdapat 4 kamar mandi yang bisa digunakan. Kondisi kamar mandinya pun juga bersih. Hanya saja beberapa kali saya temui tisu toilet di dalam kloset, padahal sudah ada stiker yang melarang hal tersebut. Tapi ada saja tamu hostel ini yang tidak menggubrisnya. Entah karena tidak tahu, atau masa bodoh. Saya pun tidak mengerti mengapa demikian.

Tido Hostel memiliki 10 kamar dorm dan 8 kamar double bed, tiap kamar dorm terdapat 8 single bed. Jadi cocok banget buat yang bawa rombongan untuk menginap disini.

Tiap kamarnya pun sudah dilengkapi dengan pendingin udara, namun hanya diperbolehkan menyala dari jam 17.00 hingga 11.00. Tujuannya pasti untuk penghematan. Dan para penghuninya pun mengerti akan hal itu.

Oh ya, untuk masuk kamar tidak perkenankan mengenakan alas kaki. Di tiap lantainya sudah disediakan rak untuk sendal dan sepatu. Namun tetap saja ada tamunya yang nakal, seperti tiga turis asal Inggris yang menempati ruangan yang sama dengan saya.

Yang paling menyenangkan dari Tido Hostel ialah semua ruangan yang tersedia bebas dari asap rokok. Ada denda yang amat besar jika ada tamu yang kedapatan merokok di kamar.

Tido Hostel menempati bangunan 5 tingkat. Lantai paling bawah digunakan sebagai lobby dan resepsionis. Lantai 2,3 dan 4 untuk kamar dan di lantai 5 merupakan sebuah lounge yang bisa dijadikan tempat bersantai dan sarapan. Bagi yang membawa makanan dari luar juga diperkenakan untuk makan di lounge ini.

lounge tido hostel
lounge di lantai 5

Lounge yang disediakan oleh Tido Hostel ini sangat cozy, mirip – mirip dengan tempat coworking space yang lagi menjamur di Jakarta. Ada perangkat multimedia dimana tamu Tido Hostel bisa menggunakannya untuk menonton film, nyetel video musim dan lain – lain.

Lalu ada berbagai macam buku dan majalah yang menarik untuk dibaca. Ada juga beragam permainan seperti monopoli, kartu, dan dart board yang boleh dimainkan bagi tamu.

Buku – buku yang tersedia di lounge Tido Hostel

Pemandangan dari lounge ini juga lumayan, kita bisa melihat bangunan – bangunan yang ada di sekitar Jalan Transfer dan Jalan Argyll.

Suasana Jalan Transfer dilihat dari lounge Tido Hostel

Sarapan di Tido Hostel

Biasanya hotel murah di Penang tidak menyediakan sarapan bagi tamunya.

Namun di Tido Hostel dengan harganya yang amat murah, masih memberikan sarapan. Walau hanya menu sederhana berupa roti tawar dengan berbagai selai. Tapi ini sangat membantu bagi pejalan untuk berhemat.

Menu sarapan di Tido Hostel

Selain roti juga tersedia biskuit kraker, wafer serta kopi, teh dan susu.

sarapan yang sederhana ini cukup lumayan untuk menghemat pengeluaran

Baca juga : Sarapan di Restoran Ros Mutiara

Sejarah Tido Hostel

Apalagi ya yang mau ditulis tentang hostel keren ini?

Mural di lobby

Bagaimana dengan sejarah awal dari Tido Hostel?

Karena menarik banget nih!

Bangunan yang saat ini ditempati oleh Tido Hostel dulunya adalah sebuah gedung lima lantai yang sudah lama tidak digunakan sejak tahun 1997, saat krisis ekonomi melanda sebagian besar kawasan Asia Tenggara.

Dulunya ini adalah gedung yang sudah lama tak terpakai

Kemudian oleh New Bob Group, pengembang properti yang berbasis di Penang. Gedung tersebut dibeli dengan harga RM 6 juta pada tahun 2014. Satu tahun kemudian, dengan modal sebesar RM 4 juta, mereka me-retrofit (mengisi berbagai barang atau perlengkapan agar layak menjadi sebuah hostel). Hasilnya bisa dilihat saat ini. Jadi hostel yang keren banget.

Menurut Direktur New Bob Group, Dr Lee Villey, Tido yang dimilikinya ini dikategorikan sebagai Flashpacker hostel, pertengahan antara low budget dan full fledged hotel.

Inspirasi untuk mendirikan Tido Hostel datang dari pengalaman ia saat traveling waktu ia masih menjadi pelajar di Dublin, Irlandia. Ia pernah menjadi backpacker selama sebulan untuk keliling Eropa. Beberapa penginapan yang ia tempati benar – benar busuk, bahkan ia juga pernah tidur di lantai.

Tapi ada juga penginapan yang benar – benar bersih dan nyaman. Ia pun berpikir, inilah yang tidak ada di Penang.

Tahun 2008, Georgetown dinobatkan sebagai Unesco Heritage Site, sejak saat itu Penang semakin banyak didatangi oleh wisatawan.

Lee melihat hal ini sebagai peluang. Oleh karena itu ia pun mendirikan Tido Hostel.

Target dari hostel ini ialah anak – anak muda. Setiap tamu yang menginap disini dijamin keamanannya, ada petugas keamanan, CCTV dan kamar dorm yang hanya ditujukan untuk wanita (ada di lantai satu).

Kesan Menginap di Tido Hostel

Rasanya saya sudah tidak perlu menulis di bagian ini. Tulisan saya diatas sudah cukup menggambarkan betapa senangnya saya bisa menginap disana.

Nginap disini nyaman banget pokoknya

Jika ada kesempatan kembali ke Penang sudah pasti saya akan kembali menginap disini.

Alamat

106, Jalan Argyll, George Town, 10050 George Town, Pulau Pinang, Malaysia

Phone

+60 4-251 9266

Untuk informasi yang lebih lengkap mengenai hostel ini, silahkan langsung klik websitenya di bawah ini

Twitter @TidoPenang

Maps

https://goo.gl/maps/Uq3RWHJ4HEfY2o9r5

You may also like...

(1) Comment

  1. Nyemil Sore di Roti Canai Jalan Transfer George Town Penang – Triptofun

    […] Baca juga : Menginap Nyaman di Tido Hostel Penang […]

Comments are closed.