Tuk Bima Lukar yang Terus Berbenah

obyek wisata tuk bima lukar

Tuk Bima Lukar menjadi obyek wisata pertama di Dieng yang kami kunjungi. Lokasinya berada 150 meter dari pertigaan Dieng. Kalau datang dari arah Wonosobo, posisinya ada di sebelah kanan jalan.

6 tahun lalu saat saya mengunjungi Dieng untuk pertama kali, obyek wisata ini hanyalah sebuah bangunan yang memiliki tiga undakan.

Undakan paling atas menjadi bagian yang suci, digunakan sebagai tempat untuk menaruh sesaji.

Di bawahnya terdapat sebuah kolam yang digunakan untuk menampung air dan di bagian paling bawah terdapat dua buah pancuran. Kedua pancuran ini biasanya digunakan untuk mencuci muka bagi pengunjung maupun peziarah. Air dari pancuran ini konon dipercaya dapat membuat wajah menjadi awet muda.

Dua pancuran Tuk Bima Lukar

Kini nampaknya Pemerintah Kabupaten Wonosobo mulai serius menggarapnya sebagai obyek wisata yang layak untuk dikunjungi. Sejak tahun 2018 mulai dilakukan usaha penataan Kawasan ini agar lebih menarik lagi dan diharapkan mendatangkan pengunjung.

Uniknya pada saat proses penataan ini, tepatnya di September 2018, ditemukan arca perwujudan Ganesha. Diduga di masa lampau arca itu sengaja dipasang secara khusus di Kawasan hulu anak Sungai Serayu tersebut untuk ritual.

Saat tulisan ini dibuat (awal Januari 2020) proses penataan atau pemugaran kawasan ini belum rampung secara keseluruhan, namun sebagian besar hasilnya sudah dapat dilihat dengan kehadiran taman – taman yang ditanami dengan aneka bunga – bunga. Selain itu ada bangunan seperti gazebo yang bisa dijadikan tempat untuk beristirahat.

Taman di obyek wisata Tuk Bima Lukar
Bangunan gazebo yang bisa digunakan untuk beristirahat

by the way, Tuk Bima Lukar adalah salah satu mata air yang menjadi sumber aliran Sungai Serayu, sungai yang begitu penting kehadirannya di Jawa Tengah. Sungai yang menyatukan hidup orang di hulu seperti Wonosobo, Banjarnegara dan Banyumas di tengah dan orang Cilacap di Muara.

Baca juga : Kawah Sikidang, Masih Layak kah untuk Dikunjungi?

Kehadiran mata air ini sangat erat kaitannya dengan kisah pewayangan.

Nama Tuk Bima Lukar berasal dari cerita Bima melawan Kurawa untuk membuat mata air (Tuk) dalam kondisi lukar (tanpa busana)

Pada saat proses ruwatan anak berambut gimbal, air dari sini merupakan salah satu air yang digunakan. Selain itu diambil juga air dari Tuk Sendang Buana (Kali Bana), Tuk Kencen, Tuk Goa Sumur, Kali Pepek, dan Tuk Sibido.

Obyek wisata ini dapat dikunjungi tanpa dikenakan tiket masuk alias gratis.

You may also like...