Jalan – jalan ke Penang 7 : Tak Jadi Makan Malam di Chulia Street Night Hawker Stalls

chulia street night stall hawker

Usai salat maghrib di Masjid Kapitan Keling, saya kembali ke hotel untuk menjemput Hanny. Rencananya kami akan makan malam di pusat jajanan malam di Jalan Lebuh Chulia atau biasa dikenal dengan sebuatan Chulia Street Night Hawker Stalls. Dari hotel ke lokasi jajanan malam ini cuma 300 meter, jadi kami kesana cukup dengan berjalan kaki.

Baca Juga : Masjid Kapitan Keling, Tempat Ibadah Umat Islam Pertama di Penang

Tiba di lokasi banyak banget pilihan makanannya, terutama makanan khas Cina. Suasananya pun begitu ramai.

Ramai banget pengunjung

 

Namun dari banyaknya pilihan yang tersedia, tidak ada satu pun yang kami pilih. Alasannya ialah tidak ada yang bisa menjamin kehalalan makanannya. Meski ada makanan yang menarik perhatiaan seperti Curry Mee, tapi si penjualnya gag mencantumin tulisan no pork, no lard, yang membuat kami menjadi ragu.

Kata travel blogger yang pernah kesini (saya lupa nama blognya), ia menyarankan untuk mencoba Lok – lok Penang, semacam steam boat dengan berbagai pilihan seperti kerang, cumi – cumi, bakso ikan, udang, dan sayuran.

Kami mencoba mendekati stall Lok – lok yang berada di pojokan jalan. Ternyata dari banyak pilihannya Lok – lok ada daging babi-nya.

“ya udah, pilih yang bukan babi aja, bro?”

Tidak semudah itu

Cara penyajian Lok – lok adalah pertama kita pilih apa aja yang mau, udang kah, cumi kah, atau bakso. Lalu Lok – lok yang sudah dipilih itu direbus secara bersamaan. Setelah matang, kita pilih sambal sesuai dengan selera untuk penambah rasa.

lok lok penang
Lok – lok, sumber : Penangfoodie.com

Permasalahannya adalah air rebusannya kan bersinggungan dengan lok – lok babi yang juga direbus di tempat yang sama. Jadi sebagai muslim, baiknya dihindari.

Padahal kalau di lihat – lihat, Lok – lok ini enak banget lho! Harganya juga murah, mulai dari RM 0.5, tapi kalau gag halal, tetap aja gag boleh dimakan, kan?

Di Chulia Street Night Hawker Stalls ini juga yang menjual sate babi, tentunya asapnya kemana – mana kan? Menurut tashrih yang dilakukan oleh Syaikh Ibnu Hajar, asap najasah mugholadzoh (anjing dan babi), meskipun sedikit tetap dianggap najis, sehingga wajib untuk disucikan. Penjelasan lengkapnya ada disini

Akhirnya, kami pun tidak jadi makan malam di Chulia Street Night Hawker Stalls. Dan sepertinya makan malam di Line Clear adalah ide terbaik.

Waktu kami berjalan menuju Line Clear ada stall yang menjual burger namanya Old Trafford. Penjualnya ialah Muslim India, sama seperti saya, mereka adalah penggemar Klub Manchester United, makanya nama stall­-nya pakai nama stadion kandangnya MU. Kami singgah disini untuk membeli Crispy Chicken Burger Special seharga RM 9.5 atau sekitar Rp 33.250 (kurs RM 1 = Rp 3.500)

Old Trafford Burger Penang

 

Baca juga : Makan Malam di Nasi Kandar Line Clear

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *