Singgah Sebentar di Galeri Melayu Pulau Pinang

bangunan galeri melayu pulau pinang

Sebelumnya tidak ada niatan untuk mengunjungi Galeri Melayu Pulau Pinang di hari terakhir saya di George Town sebelum kembali ke Jakarta.

Awalnya saya ingin menuju gerai Mee Manja yang ada di Jalan Larut. Saya mendapatkan informasi mengenai gerai ini dari brosur Warisan Muslim di George Town yang saya dapatkan di Masjid Kapitan Keling. Katanya gerai mee ini adalah satu – satunya yang pernah dikunjungi oleh Raja Melayu di Pulau Pinang. Saya tiba di gerai ini saat waktu telah menunjukan pukul 09.00 WM. Tapi ternyata gerai ini belum buka.

Saya pun kembali ke hostel, melewati Jalan Hutton. Dahulu jalan ini terkenal sebagai daerah yang ditempati oleh orang – orang kaya dengan rumah mewah milik saudagar Jawi Pekan dan India Muslim.

Baca juga : Masjid Kapitan Keling, Masjid Pertama di Pulau Pinang

Di jalan ini terdapat Galeri Melayu Pulau Pinang  namun lebih dikenal dengan sebutan Rumah Teh Bunga. Dinamakan demikian karena warna bangunannya yang menyerupai air seduhan teh. Emang iya ya?

rumah teh bunga
Bangunan ini lebih dikenal dengan sebutan rumah teh bunga

Masuk adalah percuma begitu tulisan di pelang depan rumah ini. Rasa penasaran membuat saya singgah disini. Dan saya disambut oleh seorang petugas. Saya menulis nama dan asal di buku tamu yang tersedia.

Pemilik asal rumah ini ialah Tuan Abdul Wahab, saudagar Jawi Peranakan Pulau Penang. Namun ia hanya menempati rumah ini dalam waktu singkat saja. Pada awal 1900an, rumah ini dibeli oleh Tuan Encik Tan Chong Keat. Keluarga ini mendiami rumah ini untuk beberapa generasi dan pernah pada suatu masa rumah ini ditempati hingga 3 -4 keluarga sekaligus.

Rumah ini diwariskan kepada Amanah Raya Berhad sebagai Pemegang Amanah Hartanah oleh pemilik terakhir. Kemudian Pihak Kementerian Kebudayaan, Kesenian dan Warisan (kekkWA) membeli rumah ini atas persetujuan pemilik untuk dijadikan Galeri Melayu Pulau Pinang, karena bangunan ini satu – satunya rumah warisan Jawi Peranakan yang masih kekal asli.

Isi Galeri Melayu Pulau Pinang

Setelah dilakukan pemugaran pada 23 Desember 2008 hingga 27 Agustus 2009, maka bangunan ini menjadi Galeri Melayu Pulau Pinang.

Disini pengunjung bisa mendapatkan informasi mengenai sejarah awal Pulau Pinang. Jauh sebelum kedatangan bangsa Inggris, pulau ini telah ditempati oleh masyarakat Melayu asli dan orang Melayu dari kepulauan Nusantara khususnya dari Sumatera.  Pulau Pinang dulunya juga merupakan  tempat rekreasi dan kawasan perburuan bagi Sultan Kedah.

Galeri ini berisikan informasi mengenai sejarah penang

Lalu ada cerita orang pertama yang diberikan kesempatan oleh Sultan Kedah untuk mendirikan perkampungan di Pulau Pinang tepatnya di wilayah Batu Uban.

Tuan yang terutama dipertua negeri Pulau Pinang

Dan banyak lagi cerita menarik yang bisa menambah pengetahuan mengenai Pulau Pinang disini.

Selain itu ada juga informasi mengenai tuan – tuan terutama yang dipertua Negeri Pulau Pinang. Kesenian asal Pulau Pinang dan busana melayu Pulau Pinang.

Tokoh – tokoh sastra dari Negeri Pulau Pinang
kesenian dari Pulau Pinang
Seniman berpengaruh dari Pulau Pinang
Batik khas Pulau Pinang
Busana melayu Pulau Pinang

Galeri Melayu Pulau Pinang bisa menjadi salah satu tempat yang bisa anda kunjungi saat mengisi liburan di Penang. Khususnya bagi anda yang menyukai sejarah dan bangunan – bangunan tua.

Tertarik untuk mengikuti Paket Tour Penang?

Kunjungi tautan di bawah ini

Paket Wisata Penang

You may also like...