(+62) 897-7257-136 contact@triptofun.id

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Birth Date*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.
Please agree to all the terms and conditions before proceeding to the next step

Already a member?

Login
(+62) 897-7257-136 contact@triptofun.id

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Birth Date*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.
Please agree to all the terms and conditions before proceeding to the next step

Already a member?

Login

Hanya Sepi Yang Menyambut di Keraton Kaprabonan Cirebon

lokasi keraton kaprabonan

Sebuah running text berwarna – warni bertuliskan Keraton Kaprabonan nampak terlihat menggantung pada sebuah dinding di Jalan Lemahwungkuk, yang masih menyatu dengan Pasar Kanoman.

“eh, ada keraton lagi?” tanya Hanny kepada saya

Sebab selama ini yang kami tahu di Cirebon itu ada tiga keraton yaitu Keraton Kasepuhan, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Kanoman. Semuanya sudah kami kunjungi.

Baca juga : Keraton Kacirebonan

Rasa penasaran kami membuat kami ingin masuk ke dalamnya. Jika dilihat sekilas, gerbang utama Keraton Kaprabonan tidak terlalu besar, bahkan tidak terlalu mencirikan sebagai keraton. Tiket masuk pun tidak ada, yang menjaga keraton juga tak ada.

Halaman Keraton Kaprabonan

 

“Apa benar ini keraton?” bathin saya bertanya

Jika dirujuk pada arti Keraton menurut KBBI, keraton adalah tempat kediaman ratu atau raja. Jadi tempat ini memang layak disebut sebagai keraton.

Di halaman keraton, hanya nampak bangunan tajug atau mushala, patung dua singa dan gapura kediaman sultan yang bersifat pribadi dan sepertinya tidak boleh dimasuki oleh orang lain selain keluarga.

 

wisata keraton kaprabonan
Sepertinya ini rumah kediaman sultan

 

Bagian atas gapura tersebut bentuknya seperti kubah masjid yang ditopang oleh dua pilar yang dihiasi dengan patung udang yang menempel pada dindingnya, begitu pun dengan porselen khas Cina yang juga menghiasi gapura ini.

 

Lambang Dalung Damar

Di gapura tersebut juga terdapat lambang kebesaran Keraton Kaprabonan yaitu dalung damar. Diceritakan pada zaman dahulu saat listrik belum ada, masyarakat menggunakan dalung damar yang dicampur dengan getah karet sebagai alat penerangan. Oleh karena itu dalung damar dipilih sebagai lambang keraton.

Lambang Keraton Kaprabonan

Mushala

Tajug atau mushala di area Keraton Kaprabonan kerap digunakan sebagai tempat shalat lima waktu. Mushala pusaka Kaprabonan ini berdiri tahun 1707 M, tempat ini sering digelar tawasulan setiap malam Jum’at  dan kegiatan keagamaan pada bulan Rajab dan Malid Nabi. Semua ornament tajug ini masih asli dan tidak mengalami perubahan,mulai dari tembok dan kayu penyangganya.

Tajug atau langgar di area Keraton Kaprabonan

 

Dibangun sejak tahun 1707 M

Sejarah Keraton Kaprabonan

Kaprabonan terbentuk karena adanya perselisihan di dalam Keraton Kanoman yang kala itu dipimpin oleh Sultan Badrudin. Pembangunannya diperkirakan dimulai pada tahun 1696. Dikarenakan adanya perselisihan tersebut, Sultan Badrudin memilih untuk memisahkan diri dari Keraton Kanoman dan membangun Kaprabonan.

Setelah berpisah dengan Keraton Kanoman, Sultan Kaprabonan mengutamakan kembali ke ajaran Syekh Syarif dan menentang kolonial Belanda yang saat itu memecah belah keraton. Ia mengajarkan tarikat ajaran Syekh Syarif Hidayatullah kepada masyarakat.

Seperti keraton lainnya, Keraton Kaprabonan juga memiliki peninggalan diantaranya kitab – kitab ajaran Islam dan juga peninggalan keris turun temurun yang merupakan pemberian dari Syekh Syarif Hidayatullah.

Info Lainnya

Keraton Kaprabonan memiliki tradisi unik yaitu Tradisi Suraan yang biasanya digelar setiap tanggal 10 bulan Sura dalam kalender Jawa.

Pada tradisi keluarga Keraton Kaprabonan membuat bubur dan mencuci pusaka. Setelah tradisi bubur Sura dan pencucian keris, selanjutnya diadakan pertunjukan wayang.

Alat musik keraton

 

Referensi

  1. Kaprabonan Bersih – bersih Bunda Pusaka
  2. Kaprabonan Keraton Yang Terlupakan di Cirebon

Leave a Reply