Sebelum kami berangkat ke Cirebon untuk mengisi liburan tanggal kejepit di awal April 2019, saya menanyakan rekomendasi wisata kuliner Cirebon kepada Bang Faya. Beliau adalah salah satu jurnalis di Detik Travel asli Cirebon. Jadi rekomendasinya pasti enak. Bang Faya memberikan beberapa daftar tempat kuliner di Cirebon salah satunya, Nasi Jamblang Ibad Otoy
“kalau Nasi Jamblang Ibu Nur itu rekomendasi wisatawan, kalau orang lokal Cirebonnya sendiri lebih suka ke Nasi Jamblang Ibad Otoy” kata Bang Faya
Baca juga : Sarapan Enak di Cirebon, Kunjungi Nasi Jamblang Pelabuhan
Menuju Cirebon
Kami berangkat menuju Cirebon menggunakan Kereta Api Tegal Bahari yang mulai berangkat dari Stasiun Gambir pada pukul 11.00 dan tiba di Cirebon pada pukul 14.00 yang artinya sudah lewat dua jam dari jam makan siang.
Harusnya saat tiba di Cirebon kami langsung makan siang, namun karena barang bawaan cukup banyak, kami putuskan untuk check in terlebih dahulu di Hotel Batiqa Cirebon.
Lokasi Nasi Jamblang Ibad Otoy
Setelah check in kami langsung menuju ke lokasi Ibad Otoy yang ada di Jalan DR. Cipto Mangunkusumo atau tepatnya di Komplek TNI AL Tubono. Dari Hotel Batiqa ke lokasi berjarak sekitar kurang lebih 1 km, jadi dekat banget, ga pakai lama.

Tiba di lokasi, suasana begitu ramai, sebab tempatnya ini semacam food court yang menjual berbagai makanan dan minuman, gag Cuma Ibad Otoy aja.

Meski ramai namun kami gag perlu antri untuk mendapatkan nasi jamblang, di tempat penuangan nasi jamblang ini, kita bisa meminta sambal, ada sambal jamblang dengan warna merahnya yang khas dan sambal terasi. Dua – duanya enak.


Beragam Lauk Nikmat
Setelah mendapatkan nasi yang dialas daun jati ini, saatnya memilih lauk sebagai teman makan. Pilihan lauknya banyak banget, sampai bingung mau milih yang mana. Ada gorengan tempe tepung, tempe aja tanpa tepung, perkedel kentang, tahu kuning, sayur tahu, sate udang goreng, peyek udang, sate usus, sate telor puyuh, tempe orek, paru goreng, telur dadar, telur ceplok, rendang, balakutak, ikan asin dan banyak lagi.

Saya sendiri memilih 2 nasi jamblang (kalau laki – laki satu nasi jamblang tak akan cukup) dengan lauk sate kentang (katanya ini yang menjadi favorit disini), telur ceplok balado, tahu semur, tempe tepung lengkap dengan sambal jamblang dan sambal terasi.
Sedangkan Hanny satu nasi jamblang dengan lauk rendang daging dan paru. Alamak dia lauknya yang mahal – mahal pula.
Saking laparnya saya, setelah melahap porsi yang pertama, saya nambah lagi satu nasi jamblang dengan lauk sate udang. Sate udangnya gede, tapi gede tepungnya doang, isi satenya ada tiga ekor udang.
Baca juga : Mie Colot, Bukan Mie Yamin Biasa
Satu bungkus nasi jamblang Ibad Otoy dibanderol hanya Rp 2 ribu, murah banget kan. Tapi total yang kami habiskan berdua adalah Rp 54 ribu. Jadi meski nasi jamblangnya murah, tapi kalau kalap sama lauknya, bisa habis banyak. Waspadalah – waspadalah!
Cabang
Awal Januari 2019, Nasi Jamblang Ibad Otoy membuka cabang di Jalan Raya Buntet Desa Mertapada Kecamatan Astana Japura, Kabupaten Cirebon.
Meski cabangnya ini menunya tidak selengkap di pusat, namun tetap menghadirkan menu inti yang banyak dicari di Cipto seperti sate kentang, tahu sayur, sate telor puyuh, dan perkedel.
Warung Jamblang Ibad Otoy buka setiap hari Senin – Sabtu mulai pukul 07.00 – 22.00 WIB, sementara hari Minggu libur. Selain menu nasi jamblang, disini juga ada menu pedesan entog yang juga menjadi lauk favorit saat menyantab nasi jamblang. Saya sendiri belum nyoba si pedesan entog ini, kayaknya kalau mau ke Cirebon, saya bakal balik kesini.
