(+62) 897-7257-136 contact@triptofun.id

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Birth Date*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.
Please agree to all the terms and conditions before proceeding to the next step

Already a member?

Login
(+62) 897-7257-136 contact@triptofun.id

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Birth Date*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.
Please agree to all the terms and conditions before proceeding to the next step

Already a member?

Login

Panduan Lengkap Berwisata ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

taman nasional gunung gede pangrango jawa barat

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dinamai berdasarkan nama dua gunung yang terletak berdampingan yaitu Gunung Gede (2.958 m) dan Gunung Pangrango (3.109 m). Gunung Gede mempunyai kawah yang lebih tua daripada kawah Gunung Pangrango dengan dinding batu curam. Dinding batu ini terbuka ke arah timur laut dan merupakan Lembah ke arah Sungai Cibatu. Gunung Gede pertama meletus sekitar tahun 1747 – 1748 dan terakhir meletus pada tahun 1948.

Topografi kawasan adalah berupa pegunungan dengan ketinggian antara 1.000 – 3.019 mdpl. Gunung Sela, Gunung Mandalawangi, Gunung Gegerbentang dan Gunung Gemuruh. Gunung – gunung tersebut merupakan rangkaian proses vulkanik Antara Pulau Sumatera Pulau Jawa dan kepulauan Nusa Tenggara.

Lokasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango secara geografis terletak antara 6°41’-6°51’ Lintang Selatan dan 106°51’ – 107°02’ Bujur Timur. Kawasan ini berada di Provinsi Jawa Barat yang mencakup tiga kabupaten, yaitu Bogor, Sukabumi dan Cianjur.

Sejarah Singkat

6 Maret 1980 Menteri Pertanian mendeklarasikan bahwa Cagar Alam Cimungkat, Cagar Alam Cibodas, Cagar Alam Gunung Gede Pangrango dan Taman Wisata Situ Gunung serta hutan-hutan alam di lereng Gunung Gede Pangrango digabung dan ditetapkan sebagai taman nasional Gunung Gede Pangrango dengan luas 15000 hektar

Hal ini dilakukan bersamaan dengan penetapan 4 Taman Nasional lain pada hari pencanangan Strategi Konservasi Dunia. Menjadikan ia sebagai salah satu dari 5 taman nasional tertua di Indonesia.

Pada tahun 1991 kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dinyatakan  sebagai cagar biosfer oleh UNESCO

Bagaimana Cara Ke Sana?

Karena berada di 3 wilayah kabupaten. Tentu banyak cara menuju Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Tergantung pada wilayah TNGGP mana yang akan anda kunjungi.

  • Situ Gunung, Sukabumi

Jika anda ingin mengunjungi Kawasan Situ Gunung, maka anda bisa menggunakan kendaraan pribadi dengan rute Jakarta – Ciawi – Cisaat – Situ Gunung. Jika perjalanan berlangsung normal maka akan memakan waktu sekitar 3 – 4 jam.

Jika anda menggunakan transportasi umum, caranya ialah naik bus tujuan Sukabumi, lalu menuju Polsek Cisaat dimana angkot ke Situ Gunung biasa ngetem menunggu penumpang.

Kalau gak suka macet, anda bisa naik Kereta Api Pangrango yang mulai berangkat dari Stasiun Bogor. Turun di Stasiun Cisaat (satu stasiun sebelum stasiun terakhir), kemudian naik angkot ke Polsek Cisaat, lanjut angkot ke Situ Gunung. Atau dari Stasiun Cisaat anda bisa juga memesan taksi online untuk mengantar anda menuju Situ Gunung.

  • Salabintana, Sukabumi

Caranya sama seperti di atas, anda cukup lanjutkan perjalanan menuju Salabintana.

  • Cibodas

Dari Jakarta anda bisa memulainya dari Terminal Kampung Rambutan. Dari terminal ini anda naik bus tujuan Cianjur yang melewati puncak atau bus tujuan Garut, Bandung yang juga melewati jalur yang sama seperti Karunia Bakti dan Do’a Ibu.

Setelah melewati Kawasan Puncak, pastikan anda turun di pertigaan Cibodas atau bisa juga minta diturunkan tepat di depan RSUD Cimacan. Dari lokasi tersebut anda lanjutkan naik angkot berwarna kuning tujuan Cibodas.

  • Gunung Putri

Caranya sama seperti Cibodas, namun lokasi turunnya bergeser sedikit ke depan Istana Cipanas atau Pasar Cipanas. Dari lokasi tersebut lanjutkan naik angkot ke Gunung Putri.

Cara Mengeksplorenya?

Banyak cara untuk mengeksplore Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, namun yang menjadi highlight atau tujuan utama dari taman nasional ini tentu saja Gunung Gede dan Pangrango. Jadi mengeksplorenya tentu saja dengan cara mendaki hingga ke puncaknya.

Terdapat 3 jalur pendakian resmi yang bisa anda pilih yaitu Jalur Cibodas, Jalur Gunung Putri dan Jalur Salabintana. Tiap jalur punya keunikan dan tantangannya sendiri.

Sebelum melakukan pendakian, anda diharuskan mendaftarkan diri terlebih dahulu untuk mendapatkan Simaksi (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi) secara online melalui website booking.gedepangrango.org, setiap satu group minimal terdiri dari 3 orang dan maksimal 10 orang.

Siapkan kartu identitas anda serta rekan satu group saat ingin melakukan pendaftaran. Setelah mengisi data semua anggota, anda akan mendapatkan nomor registrasi dan jumlah biaya yang harus ada transfer melalui rekening milik TNGGP.

Mulai 1 April 2018 Simaksi hanya bisa diambil pada hari-H pendakian, di lokasi yang telah ditentukan dan sesuai dengan pintu masuk yang dipilih yaitu pintu masuk Cibodas di Kantor Balai Besar TNGGP, pintu masuk Gunung Putri di Kantor Resort Gunung Putri dan pintu masuk Salabintana di Kantor Bidang PTN Wilayah II Sukabumi.

Sebagai informasi, jalur Cibodas dan Jalur Gunung Putri adalah jalur favorit bagi pendaki, sementara jumlah Simaksi yang dikeluarkan per harinya terbatas. Jadi jika anda memilih jalur ini pada hari weekend, anda harus melakukan pendaftarannya jauh – jauh hari.

Waktu Terbaik?

Karena berada di wilayah pegunungan maka waktu terbaiknya adalah saat musim kemarau atau di bulan Mei hingga September.

Di bulan Januari hingga April biasanya hujan turun disertai angin yang kencang sehingga berbahaya untuk pendakian. Lagipula biasanya pihak TNGGP akan menutup jalur pendakian dari Januari hinga Maret. Selain itu di bulan Agustus juga dilakukan penutupan untuk alasan pemeliharaan.

Berapa Hari Idealnya?

Untuk mendaki Gunung Gede atau Gunung Pangrango anda membutuhkan waktu 2 hari 1 malam, kecuali jika anda ingin mendaki kedunya sekaligus maka anda harus menambah 1 malam lagi.

Namun, ada baiknya jika anda datang satu hari sebelum pendakian guna melakukan adaptasi pada lingkungan pegunungan. Misalnya anda mulai mendaki pada Sabtu pagi, maka sebaiknya pada Jum’at sore atau malam anda sudah berada di dekat pintu masuk pendakian.

Di Gunung Putri dan Cibodas banyak penyedia jasa penginapan atau barak sederhana yang bisa diinapi oleh para pendaki. Harganya pun bersahabat, atau anda cukup membeli makan saja pada penyedia barak tersebut.

Jika anda ingin mengeksplore Kawasan Situ Gunung, maka waktu yang dibutuhkan cukup satu hari. Namun jika ingin menikmatinya lebih lama juga asik, di Situ Gunung terdapat banyak tempat untuk mendirikan tenda dan asik untuk kemping.

Aktivitas Menarik yang Bisa Dilakukan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Banyak aktvitas menarik yang bisa kita lakukan di Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango diantaranya

  • Mendaki Gunung Gede

Gunung Geda adalah gunung paling populer di kalangan pendaki terutama bagi mereka yang berasal dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi dan sekitarnya.

Lokasinya yang dekat serta kemudahan akses menjadi alasannya. Namun untuk mendaki kesana diperlukan Simaksi yang bisa anda dapat dengan mendaftar secara online.

Terdapat 3 jalur yang bisa anda pilih. Berikut ini gambaran singkatnya

Jalur Cibodas, jalur ini trek awalnya berbatu rapi, jalur yang sama jika hendak ke Air Terjun Cibeureum. Karena sejalur dengan obyek wisata Air Terjun Cibeureum maka jalur ini cukup ramai terutama di akhir pekan.

Jalur ini sangat menyenangkan karena airnya berlimpah selain itu banyak spot menarik yang bisa dijadikan tempat untuk istirahat seperti Telaga Biru, Jembatan Gayanggong, Air Terjun Cibeureum , Air Terjun Poncokusumo dan Air Panas.

Jika memilih jalur ini anda bisa bermalam di Kandang Batu atau Kandang Badak. Usahakan tiba lebih awal di kedua tempat ini sehingga anda mendapatkan ruang yang cukup untuk mendirikan tenda.

Tantangan di jalur ini adalah setelah melewati Kandang Badak. Anda akan melewati Tanjakan Setan yang memiliki kemiringan 70  – 80 derajat saat hendak menuju Puncak Gunung Gede.

Jalur Gunung Putri, jalur ini diawali dengan melewati perkebunan dan ladang sayur – sayuran. Setelah itu anda akan memasuki pintu rimba yang menjadi batas antara perkebunan dan hutan. Jalur Gunung Putri didominasi hutan tropis dengan trek tanah bercampur akar – akar pohon.

Jalur ini minim air, jadi hemat – hematlah dalam penggunaan air.

Keuntungan melewati Jalur Gunung Putri adalah anda bisa bermalam di Alun – alun Surya Kencana yang luas, indah dan dipenuhi oleh bunga edelweiss. Disini juga terdapat sumber air yang layak untuk diminum.

Dari Alun – alun Surya Kencana, anda hanya membutuhkan waktu sekitar 30 – 45 menit untuk sampai di Puncak Gunung Gede.

Jalur Salabintana, jalur ini merupakan jalur terpanjang dibanding yang lain. Jalur ini juga jarang dilalui oleh pendaki karena tingkat kesulitannya. Anda juga harus mempersiapkan diri dari ancaman pacet yang siap menghisap darah anda tanpa anda ketahui.

Jalur ini akan berakhir di Alun – alun Surya Kencana bagian barat.

  • Trekking ke Air Terjun Cibeureum

jika terlalu suka dengan aktivitas pendakian, anda bisa jalan santai saja ke Air Terjun Cibeureum. Dari pintu masuk hanya dibutuhkan waktu 45 menit hingga 1 jam untuk sampai kesana.

air terjun cibeureum taman nasional gunung gede pangrango
Air Terjun Cibeureum

Jalurnya sangat bersahabat. Anda akan melewati Telaga Biru dan Jembatan Gayonggong yang apabila cuaca sedang cerah anda  bisa menyaksikan puncak Gunung Pangrango dari sini.

rawa gayonggo di taman nasional gunung gede pangrango
Jembatan Rawa Gayonggong, sayang dalam foto ini cuaca sedang gerimis

Di Kawasan Air Terjun Cibeureum terdapat 3 air terjun, selain Cibeureum sendiri ada juga Air Terjun Cidendeng dan Air Terjun Cikundul yang letaknya agak tersembunyi.

Curug Cikundul yang lokasinya sedikit tersembunyi
Curug Cidendeng yang berada di sebelah Curug Cibeureum
  • Mendaki Gunung Pangrango

Di point pertama telah kita bahas mengenai pendakian Gunung Gede. Rasanya kurang lengkap jika tidak membahas Gunung Pangrango.

Jika tertarik mendaki Gunung Pangrango maka sangat disarankan melewati Jalur Cibodas karena lebih dekat dan hemat waktu.

Sangat disarankan untuk bermalam di Kandang Badak atau jika anda punya tenaga yang kuat, anda bisa juga bermalam di Lembah Mandalawangi yang dipenuhi edelweiss.

Dari Kandang Badak menuju Puncak Pangrango jalurnya menyempit dan tentu saja menanjak terus. Di beberapa spot biasanya ada pohon tumbang yang harus dilangkahi atau dikolongi. Banyak percabangan, dan jalur yang ditandai dengan pita – pita.

Jika mendaki gunung ini, sangat disarankan mengajak orang yang pernah kesini atau jika ingin lebih aman dan nyaman sebaiknya menggunakan jasa pemandu lokal agar supaya tidak kesasar.

  • Uji Nyali Menyeberangi Jembatan Gantung Situ Gunung

Di Kawasan Situ Gunung terdapat Jembatan Gantung atau suspension bridge yang diklaim sebagai canopy trail terpanjang di Asia Tenggara.

Jembatan ini memiliki Panjang mencapai 250 m, lebar 2 m, dan ketinggian maksimal 161 m. Mampu menampung beban sekaligus 40 – 50 orang.

Untuk menguji nyali di jembatan gantung tersebut, anda harus membayar tarif Rp 50 ribu. Cukup mahal memang, namun sebanding dengan pengalamannya. Jika datang di akhir pekan, maka anda harus bersabar untuk mengantri karena setelah jembatan ini dibuka untuk umum, banyak wisatawan yang datang ke Situ Gunung hanya untuk merasakan sensasi goyangan di jembatan gantung.

Setelah menyeberangi jembatan, silahkan ikuti jalur trekking yang menurun dan anda akan tiba di Air Terjun Curug Sawer.

curug sawer taman nasional gunung gede pangrango
Curug Sawer yang berada di kawasan Situ Gunung
  • Uji Nyali Menyeberangi Canopy Trail Ciwalen

Selain di Situ Gunung, jembatan gantung juga ada di Jalur Cibodas. Lokasinya hanya beberapa meter saja dari pos lapor pendakian. Namanya Canopy Trail Ciwalen.

Canopy trail Ciwalen membentang sepanjang 130 meter dengan tiang penyangga berupa 4 pohon Rasamala (Altingia excelsa) dengan diameter rata – rata 1,2 meter. Tinggi canopy trail ini sekitar 45 meter.

canopy trail ciwalen taman nasional gunung gede pangrango
Canopy Trail Ciwalen

Setelah menyeberangi jembatan gantung ini, ikuti jalur yang tersedia, nantinya anda akan sampai di Curug Sawer.

Curug Ciwalen

Perlu dicatat bahwa canopy trail ini hanya buka saat akhir pekan saja, dengan sistem pelayanan terbagi menjadi 4 trip per hari yakni jam 09.00, 11.00, 13.00 dan jam 15.00 WIB.

  • Kemping di Situ Gunung

Di Situ Gunung tersedia bumi perkemahan yang bisa anda gunakan sebagai lokasi untuk kemping. Di setiap buper tersedia fasilitas toilet, jadi tak perlu khawatir untuk urusan “panggilan alam”

kemping di taman nasional gunung gede pangrango
Salah satu lokasi untuk kemping di kawasan Situ Gunung

Pagi hari menjelang matahari terbit, sebaiknya anda trekking ke lokasi danau berada. Karena danau ini merupakan spot untuk menyaksikan sunrise yang cantik.

Cocokkah Untuk Liburan Keluarga?

Cocok banget, terutama bagi keluarga yang suka kegiatam alam bebas.

Untuk pendakian Gunung Gede Pangrango terdapat batas usia minimum yang ditetapkan pihak Balai Besar TNGGP yaitu 5 tahun. Bekali anak anda dengan perlengkapan untuk menghalau udara dingin terutama saat berkemah di tenda.

Jika tidak berminat berkemah, maka anda dan keluarga bisa menikmati TNGGP dengan cara trekking ke Air Terjun Cibeureum atau menginap di penginapan sekitar Situ Gunung.

Getek wisata di Situ Gunung

Penginapannya?

Bagi anda yang ingin mendaki Gunung Gede atau Pangrango via Jalur Cibodas atau Jalur Gunung Putri, anda sangat disarankan untuk menginap semalam sebelum pendakian. Disana banyak tersedia penginapan sederhana yang bisa anda inapi.

Jika menginginkan fasilitas yang lebih nyaman, anda bisa menginap di vila – vila yang banyak tersebar di Cipanas.

Di Situ Gunung bisa menginap di dalam kawasan dengan kemping, atau di vila – vila yang ada di luar kawasan.

Tiket Masuk

  • WNI 2 hari 1 malam : Rp 29.000/orang (hari kerja); Rp 34.000/orang (hari libur)
  • Pelajar 2 hari 1 malam : Rp 17.500 (hari kerja); Rp 20.500 (hari libur)
  • WNA 2 hari 1 malam : Rp 320.000 (hari kerja); Rp 470.000 (hari libur)

Kantor Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Jalan Raya Cibodas Kotak Pos 3 Sdl Cipanas, Cianjur 43253, Jawa Barat | Telp : 0263-512776

Sumber :

  1. Supriatna, J. 2014. “Berwisata Alam di Taman Nasional”. Jakarta : Yayasan Obor
  2. Pengalaman pribadi

Leave a Reply