(+62) 897-7257-136 contact@triptofun.id

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Birth Date*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.
Please agree to all the terms and conditions before proceeding to the next step

Already a member?

Login
(+62) 897-7257-136 contact@triptofun.id

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Birth Date*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.
Please agree to all the terms and conditions before proceeding to the next step

Already a member?

Login

Tengah Hari di Pulau Lengkuas Belitung

wisata pulau lengkuas

Puas bermain air di Pulau Batu Berlayar, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Pulau Lengkuas. Bagi saya pribadi pulau ini adalah pulau tercantik dan tereksotis diantara pulau  – pulau lainnya yang ada dalam daftar island hopping Belitung.

Jika ditarik garis lurus, Pulau Lengkuas berjarak sekitar 6 kilometer dari bibir Pantai Tanjung Kelayang. Pulau ini dapat ditempuh dalam waktu 30 menit. Secara administrasi ia terletak di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.

Baca juga : Pantai Tanjung Kelayang

Biasanya, pengunjung akan ke pulau ini sebelum waktu makan siang. Bahkan banyak juga yang menjadikan Pulau Lengkuas sebagai kunjungan pertamanya. Rasanya setiap wisatawan yang mengambil paket island hopping tidak akan melewatkan pulau ini.

foto dengan latar pulau lengkuas
Foto sebelum tiba di bibir pantai Pulau Lengkuas

Mengapa?

Seperti yang saya katakan di awal tulisan ini, ia adalah Pulau tercantik dan tereksotis. Pulau Lengkuas memiliki luas sekitar 1 hektar. Ia memiliki pasir pantai yang putih nan halus, di sekitarnya terdapat batu – batu granit berukuran besar yang konon muncul ke permukaan laut akibat dorongan magma. Batu – batu ini seperti membentuk pulau – pulau kecil dan sebagian besar seolah – olah memagari garis pantai.

pulau lengkuas belitung
Laut biru di sekitar Pulau Lengkuas

Jika diperhatikan dengan seksama, batu – batu granit yang ada di Pulau Lengkuas bisa membuat anda takjub dan terkagum – kagum akan kuasa Allah.

Mengapa kok bisa ada banyak batu berukuran besar disini ya? Pertanyaan yang kerap kali muncul dari wisatawan.

Batu – batu granit di Pulau Lengkuas atau di sekitar Pulau Belitung merupakan bebatuan purba yang sudah ada sejak 60 – 200 juta tahun lalu atau disebut masa triase.

Belitung “hanya”lah pulau kecil yang dikelilingi oleh Laut Cina Selatan di utara, Laut Jawa di selatan, Selat Karimata di timur dan Selat Gaspar di barat. Adapun jenis laut yang mengelilingi Pulau Belitung bisa dikatakan sebagai open sea alias laut terbuka yang memiliki karakteristik gelombang pecah cukup besar.

Nah adanya batu – batu granit ini ibaratnya sebagai pelindung bagi pulau – pulau kecil yang ada di sekitar Belitung. Ia menjadi coastal structure protection alami yang diciptakan oleh Sang Maha Kuasa, Menjaga pulau – pulau kecil ini dari bahaya gelombang besar.

Perairan di sekitar Pulau Lengkuas merupakan spot yang asik untuk selam dangkal atau snorkelling. Terumbu karang disini masih sangat terjaga keberadaannya, sehingga sangat asik untuk snorkelling.

Selain itu, Pulau Lengkuas juga sarat akan sejarah. Di pulau ini terdapat mercusuar yang memiliki tinggi sekitar 65 meter

Mercusuar tersebut didirikan sejak tahun 1882,  menggunakan konstruksi baja dan batu bata. Bangunan ini memiliki 18 lantai. Hingga kini bangunan ini masih berfungsi sebagai penuntun lalu lintas kapal laut yang lewat maupun keluar masuk Pulau Belitung.

mercusuar di pulau lengkuas
Mercusuar Pulau Lengkuas

Tak banyak jejak sejarah yang tertinggal untuk menceritakan bangunan yang kabarnya juga merupakan tempat menyimpan tahanan di masa lampau.

Pada sisi luar mercusuar tersebut terlihat sebuah tulisan “Vervaardigd Door L.I. Enthoven & Co Fabrikanten Te Gravenhage.

Tulisan pada salah satu sisi mercusuar

Jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia mungkin artinya mercusuar ini dibangun oleh L.I. Enthoven & Co, sebuah perusahaan yang bertempat di Den Haag, Belanda.

Dahulu wisatawan boleh menaiki mercusuar ini hingga ke puncaknya. Sayangnya, sejak tahun 2017, pengunjung tidak diperkenankan lagi untuk menaiki mercusuar. Masih boleh sih, tapi cuma sampai lantai 3 aja.

Alasannya karena banyaknya pengunjung yang naik ke mercusuar meninggalkan kotoran dan sampah. Hal ini tentunya sangat disayangkan.  Padahal jika kita sudah sampai di puncak mercusuar, kita dapat menyaksikan panorama laut yang sangat mengagumkan secara 360 derajat.

Pemandangan dari puncak mercusuar

Dari puncak mercusuar ini terlihat pasir pantai yang putih, gradasi air laut mulai dari jernih, kehijau hingga membiru, dan batu – batu granit dengan aneka ukuran yang seperti tersusun, entah siapa yang menyusunnya.

Dulunya batu – batu granit disini tidak sebesar sekarang. Batu yang tampak sekarang tampak besar karena adanya pengikisan dari pasir yang semakin lama semakin menurun dan membuat batu yang letaknya di dalam kemudian muncul ke permukaan.

Kembali ke cerita, setibanya di Pulau Lengkuas, Fawwaz langsung ingin segera main pasir. Padahal kami ingin foto bersama dengan latar mercusuar.

Kami mengajak Fawwaz ke sisi barat pulau dimana banyak terdapat bongkahan batu granit dan disini airnya juga dangkal. Namun ternyata di antara bebatuan tersebut terdapat anak biawak. Kalau ada anaknya pasti ada bapak, ibu, serta keluarga biawak lainnya. Sehingga kami tidak jadi bermain disana dan pindah ke lokasi lain yang lebih aman.

bermain di pulau lengkuas
Menemani Fawwaz bermain air dan pasir pantai

Kurang lebih 30 menit, menemani Fawwaz bermain, perut mulai meronta. Kami pun menuju ke kedai untuk makan siang. Sebelum berangkat ke Pantai Tanjung Kelayang, kami telah membeli bekal untuk makan siang di Warung Nasi Bu Tini yang ada di belakang hotel tempat kami menginap.

Untung saja kami membawa bekal ini, sebab hanya satu kedai saja yang buka hari itu. Kedai ini pun hanya menjual makanan dan minuman ringan. Makanan beratnya paling hanya mie rebus telur.

warung pulau lengkuas
Kedai sederhana di Pulau Lengkuas yang juga jadi tempat berteduh dan beristirahat bagi orang kapal

Pedro dan Pipit ikut bergabung ke kedai setelah puas foto – foto. Karena mereka tidak membawa bekal, jadinya mereka memesan mie rebus telur. Kalian tahu berapa harga mie rebus di pulau ini? Satu porsinya Rp 25 ribu! Setara dengan satu nasi kotak yang kami bawa dengan lauk ayam goreng, telur serta sayur.

Usai makan siang, kami beranjak dari Pulau Lengkuas ke spot snorkeling.

Asal Nama Pulau Lengkuas

Nama Lengkuas yang melekat bagi pulau paling eksotis di Belitung ini tidak ada kaitannya dengan  tanaman Lengkuas (Alpinia galangal).

Tapi kata Lengkuas ini berasal dari serapan kata Long House. Long House merujuk pada bangunan Panjang yang ada di samping mercusuar, bangunan tersebut saat ini digunakan sebagai tempat tinggal para penjaga mercusuar.

Bangunan yang dulu disebut sebagai Long House

Lidah masyarakat local yang sulit melafalkan sebutan “Long House” lah yang kemudian menyebutnya dengan kata “Lengkuas”

Ya mirip – mirip dengan kata Betawi yang konon karena masyarakat lokal waktu itu kesulitan untuk menyebut Batavia.

Fasilitas

Bisa dikatakan Pulau Lengkuas merupakan pulau terluar dan cukup jauh dari daratan Belitung. Meski demikian sebagai destinasi wisata, pulau ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap.

Disini tersedia warung makan yang menjual aneka makanan dan minuman ringan, tapi siapkan kantong agak dalam ya, karena tentu saja harganya lebih mahal daripada di darat.

Toilet umum bagi yang ingin buang air kecil atau besar dan mushala.

Waktu Terbaik

Maret hingga November merupakan waktu terbaik jika ingin mengunjungi Pulau Lengkuas karena gelombang dan angin laut di bulan ini sangat bersahabat, jika lewat bulan tersebut, ombak akan lebih besar dan angin lebih kencang.

waktu terbaik ke pulau lengkuas
Di bulan Maret hingga November gelombang lautnya relatif tenang

Saya pernah punya pengalaman datang ke Belitung di bulan Februari. Setibanya di Pantai Tanjung Kelayang, saya disambut oleh ombak yang sangat mengerikan dan mengurungkan niat saya untuk island hopping kala itu.

Cara Menuju Pulau Lengkuas

Datang ke Pantai Tanjung Kelayang, lalu menyewa jasa kapal wisata dengan tarif mulai dari Rp 400 ribu.

Aktivitas

Banyak aktivitas menarik yang bisa anda lakukan di Pulau Lengkuas diantaranya berenang dan bermain pasir pantai.

Selain itu anda bisa juga bermain di antara batu granit sambil mencari sudut terbaik untuk mengambil foto. 

Atau bisa juga santai di kedai sambil menyeruput kopi, teh manis atau kelapa muda.

Melepas tukik, pada kedatangan saya ke pulau ini di November 2018, ada penjaga pulau yang menawari saya untuk melepas tukik yang sudah siap untuk dirilis ke laut. Sayangnya pada kunjungan kali ini sudah tidak ada lagi tukik di Pulau Lengkuas.

Katanya sudah jarang penyu yang mau mampir ke pulau ini untuk bertelur, hal ini bisa jadi karena lokasi tersebut sudah banyak perubahan akibat banyaknya orang yang datang berkunjung kesini.

Menyaksikan saudaranya Komodo. Ini benaran, saya tidak mengada – ada. Pulau Lengkuas merupakan habitat yang nyaman bagi saudaranya Komodo (Varanus komodoensis) yaitu Biawak (Varanus salvator). Jika pengunjung sedang sepi, maka anda akan dengan mudah menemukan mereka berkeliaran di sekitar pantai. Mulai dari yang kecil hingga berukuran besar.

Baca juga cerita di pulau lainnya

Pulau Batu Garuda

Pulau Batu Berlayar

Leave a Reply