(+62) 897-7257-136 contact@triptofun.id

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Birth Date*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.
Please agree to all the terms and conditions before proceeding to the next step

Already a member?

Login
error code: 523
(+62) 897-7257-136 contact@triptofun.id

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Birth Date*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.
Please agree to all the terms and conditions before proceeding to the next step

Already a member?

Login

Rumah Makan Sari Gangan Belitung

rumah makan sari gangan khas belitung

Sebelum saya berangkat ke Belitung, saya mencari informasi tentang tempat kuliner yang direkomendasikan yang ada disana. Lalu sampailah saya ke laman 12 Tempat Wisata Kuliner Belitung milik Ibu Katerina. Dalam tulisannya ia menyebutkan beberapa tempat makan favorit di Belitung, salah satunya adalah Rumah Makan Sari Gangan.

Dalam ceritanya, ia mendapatkan rekomendasi rumah makan ini dari Pak Toto, orang asli Belitung yang aktif menjalankan usaha travel.

Kata Pak Toto, kalau mau cari gangan yang enak untuk versi orang lokal datanglah ke Rumah Makan Sari Gangan yang ada di Jalan Irian, Tanjung Pandan.

By the way buat yang pertama kali dengar gangan, gangan itu adalah sop ikan dengan bumbu kunyit, lengkuas, asam, cabai, gula, garam dan bawang merah. Jenis ikan yang digunakan biasanya ikan ketarap, kakap merah dan kerisi.

Saya selalu percaya rekomendasi kuliner jika itu keluar dari pernyataan orang lokal.

Lokasi Rumah Makan Sari Gangan

Dari Hotel Green Tropical, saya memacu sepeda motor menuju Jalan Irian tempat Rumah Makan Sari Gangan berada. Saya pun tiba di lokasi. Ternyata rumah makan ini menempati teras sebuah rumah yang cukup lebar.

lokasi rumah makan sari gangan
Ruang makan yang menempati teras rumah

Saya datang pada saat jam makan telah usai, jadi waktu itu hanya ada 2 orang yang mereka pun baru saja selesai makan.

“berapa semuanya, bu?”

“130 ribu”

Alamak, saya yang menguping pembicaraan tersebut jadi deg – degan. “Jadi makan disini ga ya? jangan – jangan mahal nih?” gumam saya dalam hati

Karena sudah kepalang tanggung, saya beranikan diri untuk duduk di tempat yang tersedia. Kemudian datang Ibu Sari menghampiri saya. Beliau adalah pemilik rumah makan Sari Gangan sekaligus peracik gangan.

“mau pesan apa?” tanya Ibu Sari kepada turis dengan budget pas – pasan

“gangan, ibu” jawab saya

“mau kepala, badan atau ekor?” tanyanya lagi

Saya memilih badan ikan.

Kemudian Ibu Sari melengos ke belakang, ia mengambil potongan ikan, membersihkannya dan memasaknya.

Sebenarnya saya sudah makan gangan berkali – kali, tiap Kali saya ke Belitung pasti saya mencari gangan. Sebelumnya saya juga mengajak anak dan istri mencicipi gangan di Rumah Makan Timpo Duluk.

Nah biasanya gangan itu langsung jadi atau sekedar dihangatkan sebelum dihidang. Tapi beda dengan disini, gangan baru dimasak saat ada orang yang memesannya.

Konsep rumah makan milik Ibu Sari ini open space. Kalau biasanya dapur memasak itu ada di belakang rumah makan, namun disini dapurnya menyatu dengan ruang makan. Sehingga pelanggan dapat melihat secara langsung proses pembuatan gangan. Menarik bukan?

dapur rumah makan sari gangan
Dapur yang berdampingan dengan ruang makan

Rumah Makan Sari Gangan hanya memiliki satu menu utama yaitu gangan dan satu menu pendamping yaitu ikan bebulus goreng. Di tembok yang berada di samping dapur, terpasang sebuah papan berwarna hitam dengan tulisan berwarna – warni yang isinya adalah resep membuat gangan.

Resep membuat gangan

Saya menduga mungkin Ibu Sari sudah bosan mendengar pertanyaan yang sama, jadilah dibuat papan itu. Jadi kalau ada yang tanya lagi, beliau tinggal menunjuk ke arah papan tersebut. Hohoho..

Saat Ibu Sari hendak memasak gangan pesanan saya, saya meminta izin untuk merekamnya.

Cara memasak gangan terlihat sederhana. Pertama Ibu Sari akan mengulek cabai rawit sesuai dengan permintaan.  Bisa pedas, sedang atau kalau yang tidak suka pedas juga bisa minta tanpa cabai. Di sebelah wajan, terdapat panci yang berisi kuah berwarna kuning. Ia pun menuangkan kuah kuning tersebut ke dalam wajan, setelah itu memasukan potongan ikan sampai blebek – blebek. Lalu diputar – putar sesekali, blebek – blebek lagi dan matang deh.

Gangan pesanan saya pun siap untuk dihidangkan.

Gangan disajikan bersamaan dengan nasi, lalapan dan sambal balacan. Harusnya ada ikan bebulus goreng, tapi saya tidak pesan (tak cukup budget)

Ternyata gangan buatan Ibu Sari berbeda dengan gangan di tempat lain. Hal itu dilihat dari kuah gangannya yang lebih pekat dibanding gangan biasanya.  Gangan disajikan bersamaan dengan nasi, lalapan, dan sambal balacan. Untuk minumnya saya memesan es jeruk kunci.

“Ikan bebulus gorengnya gak sekalian?” tanya Ibu Sari

Saya hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum.

Karena gangannya sudah siap, saatnya saya menyantap. Bagi saya, rasa utama dari sebuah gangan adalah kuahnya, jadi suapan pertama saya tentu saja kuah.

Begitu kuah yang kental itu masuk ke mulut dan mulai menyentuh indera perasa, barulah saya paham mengapa Pak Toto atau mungkin orang – orang lokal Belitung lainnya merekomendasikan gangan di rumah makan ini.

Rasa masam yang segar menyatu dengan rasa sedikit kelat – kelat pahit yang berasal dari kunyit. Setelah itu barulah zat capsaicin yang berasal dari cabai rawit mulai mengiritasi lidah.

Wajah saya memerah, dari dahi keluar keringat sebesar biji jagung, mulut tak henti – hentinya huhah – huhah. Pedas sekali kawan rasanya.

“Lho kepedasan ya, mas? Tadi katanya minta pedas” kata Ibu Sari sambil tersenyum melihat saya yang kepedesan.

Untunglah tadi saya memesan es jeruk kunci sebagai pemadam rasa pedas ini.

Rasa pedas pada gangan tidak membuat saya kapok, saya terus menyuapi diri ini hingga semua yang ada di meja tandas.

Sebelum kembali ke hotel, saya memesan kan satu porsi gangan untuk istri. Dia harus mencoba gangan terenak di Belitung ini.

Harga Menu di Rumah Makan Sari Gangan

Total saya menghabiskan Rp 83 ribu, rinciannya 2 gangan Rp 60 ribu, nasi Rp 5 ribu, lalapan Rp 5 ribu, sambal Rp 5 ribu, es jeruk kunci Rp 8 ribu.

So, buat anda yang liburan ke Belitung, rumah makan ini layak anda jadikan daftar destinasi wisata kuliner yang harus anda kunjungi.

29 Responses
  1. Hei semua, sekadar ingin mengatakan bahwa saya sangat menyukai membaca menelusuri postingan Anda. Saya tidak tahu pasti mengapa tetapi saya merasakan banyak wawasan yang sangat berguna. Terima kasih!

  2. Saya sering blogging dan saya sangat menghargai konten Anda. Artikel ini benar-benar menarik perhatian saya. Saya akan mem-bookmark situs Anda dan terus memeriksa informasi baru.

  3. Hi, saya rasa situs Anda mungkin memiliki masalah kompatibilitas browser. Saat saya melihatnya di Safari terlihat baik-baik saja, tetapi di Internet Explorer tampilannya saling tumpang tindih. Saya hanya ingin memberi tahu Anda! Selain itu, blog yang fantastis!

  4. I have been exploring for a little for any high-quality articles or blog posts on this sort of area . Exploring in Yahoo I at last stumbled upon this web site. Reading this information So i am happy to convey that I have a very good uncanny feeling I discovered just what I needed. I most certainly will make certain to don’t forget this web site and give it a glance on a constant basis.

  5. Beberapa hari lalu, saat saya sedang bekerja, sepupu saya mengambil iphone saya dan mengujinya apakah bisa bertahan dari jatuh setinggi 40 kaki, hanya agar dia bisa menjadi sensasi youtube. apple ipad saya sekarang hancur dan dia memiliki 83 penayangan. Saya tahu ini sangat di luar topik tetapi saya harus membagikannya kepada seseorang!

  6. Tulis lebih banyak, hanya itu yang ingin saya katakan. Secara harfiah, sepertinya Anda mengandalkan video untuk menyampaikan poin Anda. Anda jelas tahu apa yang Anda bicarakan, mengapa membuang kecerdasan Anda hanya dengan memposting video ke weblog ketika Anda bisa memberi kami sesuatu yang mencerahkan untuk dibaca?

  7. Kemarin, saat saya sedang bekerja, saudara perempuan saya mengambil iphone saya dan mengujinya apakah bisa bertahan dari jatuh setinggi tiga puluh kaki, hanya agar dia bisa menjadi sensasi youtube. iPad saya sekarang hancur dan dia memiliki 83 penayangan. Saya tahu ini benar-benar di luar topik tetapi saya harus membagikannya kepada seseorang!

  8. I must show some appreciation to you for rescuing me from this particular predicament. Just after scouting throughout the world-wide-web and coming across techniques which are not beneficial, I figured my entire life was over. Living minus the strategies to the problems you’ve resolved through your entire posting is a critical case, as well as the ones which could have badly damaged my career if I had not come across your blog. Your own personal expertise and kindness in dealing with every item was tremendous. I’m not sure what I would have done if I hadn’t come across such a thing like this. I can also at this time look ahead to my future. Thanks a lot so much for this expert and amazing help. I won’t think twice to propose your blog to anyone who needs and wants care on this topic.

  9. Terima kasih, saya baru-baru ini mencari informasi tentang subjek ini cukup lama dan milik Anda adalah yang paling hebat yang saya ketahui sejauh ini. Namun, bagaimana dengan kesimpulan? Apakah Anda yakin tentang asal tersebut?

  10. Great work! This is the type of information that should be shared around the internet. Shame on Google for not positioning this post higher! Come on over and visit my site . Thanks =)

Leave a Reply