(+62) 897-7257-136 contact@triptofun.id

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Birth Date*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.
Please agree to all the terms and conditions before proceeding to the next step

Already a member?

Login
(+62) 897-7257-136 contact@triptofun.id

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Birth Date*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.
Please agree to all the terms and conditions before proceeding to the next step

Already a member?

Login

Jalan – jalan ke Penang 12 : The Habitat, Sensasi Mengeksplore Hutan Hujan Tropis Malaysia

the habitat penang hill malaysia

Makan – makan, foto – foto di mural – mural unik yang tersebar di Georgetown, atau mampir ke Kuil Lek Kok Si. Itu adalah hal yang biasa dilakukan oleh orang ketika berkunjung ke Penang. Tidak salah, sebab tiap orang punya tujuannya masing – masing. Pun halnya dengan kami yang lebih memilih destinasi wisata dengan tema back to nature seperti Taman Nasional Penang, Entopia dan juga The Habitat Penang Hill.

Baca juga : Taman kupu – kupu Entopia

The Habitat berada di dalam Kawasan Penang Hill yang merupakan hutan purba, konon hutan disini telah ada sejak 130 juta tahun lalu. Mendahului hutan Amazon yang tercipta sejak 55 – 70 juta tahun lalu.

Setelah tiba di upper station Penang Hill, kami berjalan menuju Astaka dimana terdapat stand informasi dan penjualan tiket masuk The Habitat Penang Hill. Jadi untuk masuk ke obyek wisata yang baru dibuka sejak tahun 2016 ini, wisatawan harus membeli tiket lagi.

Sehari sebelumnya, saya telah memesan tiket The Habitat Penang Hill melalui aplikasi Traveloka. Harga tiket yang dijual berdasarkan waktu kunjungan yang diinginkan. Ada tiket biasa yang berlaku hingga jam 19.00 Waktu Malaysia, dan tiket sunset. Harga tiket sunset lebih mahal dari tiket biasa.

Kami memilih tiket biasa dengan harga Rp 138.000, lebih murah daripada membelinya secara langsung yang dibanderol RM 53 (sekitar Rp 185.500). Kalau ditotal kami menghemat Rp 95.500 atau sekitar RM 27, kan lumayan bisa buat jajan cane milo plus es teh tarik.

Naik Mobil 4WD

Setelah menunjukan e-ticket kepada penjaga stand The Habitat, kami dipersilahkan naik ke mobil 4WD yang disediakan untuk mengantar wisatawan ke pintu masuk The Habitat. Saat ingin masuk ke dalam mobil, oleh sopirnya sebut saja Tuan Takur, kami tidak diperkenankan masuk.

“naik di kap-nya saja” kata Tuan Takur

Tega sekali Tuan Takur ini, tak peduli kami yang membawa Fawwaz. Ngeselinnya, begitu ada wisatawan lain, dipersilahkan masuk oleh si Tuan Takur. Menyebalkan memang.

transport to the habitat penang
Naik di kap mobil saat menuju pintu masuk The Habitat

Hanya 5 menit saja kami menaiki Toyota Hilux ini, dan tibalah kami di pintu masuk yang saat itu masih dalam proses pembangunan.

“selamat datang di The Habitat, silahkan masuk” kata petugas yang sudah dimakan usia namun masih semangat bekerja menyambut wisatawan di pintu masuk

Kami memasuki sebuah bangunan minimalis yang di dalamnya terdapat café, penjualan berbagai macam merchandise khas The Habitat dan tentu saja penukaran tiket masuk.

Bangunan serba ada. Ada cafe, shoping, dan pembelian tiket masuk

 

 

Cafe The Habitat

 

Saya kembali memperlihatkan E-Voucher dari Traveloka kepada petugas. Kemudian kami diberikan kartu untuk tapping. Nah, di tempat buat tapping kartu ini disediakan mosquito repellant atau cairan anti nyamuk dengan bahan terbuat dari Cymbopogon citratus alias daun sereh. Tentu saja, kami gunakan cairan ini dengan menyemprotkan ke bagian tubuh yang terbuka.

Eksplore The Habitat

The Habitat menawarkan sensasi pengalaman berjalan di tengah hutan hujan Malaysia yang purba. Untuk memudahkan pengunjung dibuatlah nature trail atau lintasan alam sepanjang 1,6 kilometer. Sebenarnya nature trail ini awalnya dibangun oleh Inggris, tujuannya untuk mempertahankan saluran drainase. Saluran drainase ini dibangun untuk mengendalikan air yang mengalir turun dari punggung bukit dan mencegah erosi.

Nature trail yang dipugar kembali tahun 2012

 

Tahun 2012, nature trail yang dibangun Inggris ini dipugar kembali. Pada April di tahun yang sama, Creative Quest Sdn Bhd memenangkan proyek ekowisata The Habitat dengan nilai mencapai RM 3 Juta. Pembangunan proyek ini dibagi menjadi dua fase.

Awal Januari 2016 dilakukanlah soft opening Nature Trail dan di penghujung 2016, The Habitat fase 1 diresmikan oleh Chief Minister of Penang, Mr. Lim Guang Eng.

Pada lintasan alam ini terdapat beberapa kebun kecil tematik seperti Fragrant Garden, Ginger Garden, Squirrel Circle dan Drongo Circle. Mini garden ini juga dilengkapi dengan informasi tentang hal yang menarik di dalamnya. Misalnya Fragrant Garden yang berisikan tumbuhan – tumbuhan yang mengeluarkan aroma wangi yang disukai oleh hewan. Squirrel Circle yang disebut sebagai tempat bermain tupai – tupai.

Butterfly Garden

 

Ginger Garden

 

Ada tupai!

 

Selain kebun mini, disini juga ada macky swing alias ayunan raksasa yang menjuntai di sebuah pohon yang besar. Ayunan raksasa ini merupakan spot yang menarik di The Habitat, tapi ketika itu tidak ada wisatawan lain sehingga dengan leluasa kami bermain ayunan.

Macky Swing

Karena sudah mulai ada wisatawan lain yang juga ingin mencoba ayunan raksasa ini, kami beranjak dari sana. Kali ini kami ingin ke spot paling menarik di The Habitat yaitu Curtis Crest Tree Top Walk.

Dua petugas menyambut kedatangan kami dan memberikan sedikit arahan dan prosedur keselamatan

Curtis Crest Tree Top

“selamat datang di Curtis Crest Tree Top, mengapa namanya demikian, karena memang posisinya ada di atas pohon, dan ini adalah viewing platform tertinggi yang ada di Penang dengan ketinggian sekitar 880 mdpl”

“jika tuan melihat ke arah sana maka terlihat Laut Andaman, ke arah situ ada Pulau Langkawi, dan ke arah satunya lagi ada Penang Bridge”

“nah, saat tuan berada di atas, tuan dilarang berlari, melompat – lompat, berjalanlah seperti biasa dan terakhir bila terjadi cuaca buruk dan tuan mendengar suara peluit sebanyak 3 kali, maka tuan harus segera turun”

“cukup jelas?”

Setelah mendapatkan penjelasan yang cukup padat itu, kami mulai menaiki anak tangga viewing platform ini.

Tiba di puncak Tree Top, kami menyaksikan pemandangan Georgetown dengan gedung – gedungnya yang bervariasi tingginya. Kemudian ada Laut Andaman, Penang Bridge dan Pulau Langkawi yang saat itu nampak samar tertutup oleh kabut.

Penang bridge

 

Jika saya asik memotret berbagai panorama yang bisa dilihat di Tree Top lain halnya dengan Hanny yang justru asik memandangi bungalow – bungalow tua yang tersebar di Penang Hill. Beberapa bungalow memiliki informasi menarik seperti Bel Retiro yang merupakan rumah bagi gubernur Penang, ada juga Hotel Crag yang pernah menjadi hotel favorit bagi penanam tembakau dari Sumatra dan pernah juga menjadi sekolah asrama sebelum akhirnya terbengkalai tahun 1977.

Bangunan Hotel Crag dibalik pepohonan

 

Langur Way

Masih ada satu lagi spot menarik di The Habitat yaitu Langur Way. Langur Way ini berupa canopy walk (jembatan yang menghubungkan pohon ke pohon) dengan panjang 230 meter yang menjadikannya sebagai The World’s Longest two-span stressed ribbon bridge (saya bingung nerjemahinnya ke dalam Bahasa Indonesianya apa)

Langur Way The Habitat

 

Memiliki panjang 230 meter

 

Meski berupa jembatan gantung, tapi goyangannya tidak terasa saat kita melintasinya

 

Langur adalah sejenis primata yang masuk ke dalam famili Cercopithecidae, kalau di Indonesia disebutnya Lutung. Pada saat memasuki Kawasan The Habitat, kami menjumpai kawanan langur ini.

Tapi di Langur Way, kami malah tidak menjumpai langur. Yang ada justru monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang sangat nakal. Mereka tidak takut untuk menyerang manusia yang melewati Langur Way, jadi harap hati – hati.

Meski tidak bertemu dengan Langur, namun hal ini terobati dengan kehadiran burung Rocket Tailed Drongo (Dicrucus paradiseus). Burung ini memiliki warna hitam dengan dua ekor yang memanjang. Cantik sekali. Begitu pun dengan suaranya.

Burung Racket Tailed Drongo

 

Terjebak Hujan

Suara Guntur terdengar dari balik awan. Kami bergegas untuk segera keluar sebelum hujan turun, namun rupanya hujan turun dengan cepat. Beruntungnya saat hujan mulai deras posisi kami berada dekat dengan Bromeliad Pavilion sehingga kami bisa berteduh disana.

Tiga turis asing yang sedang asik menikmati ayunan raksasa langsung kalang kabut menuju ke tempat kami berteduh.

Perlahan hujan mulai reda, kemudian kami dihampiri oleh petugas yang memberikan kami payung untuk melindungi kami dari hujan.

Kami pun kembali ke tempat dimana kami menukarkan E-Voucher tadi. O, rupanya tiket ini memang memiliki Batasan waktu, jadi jangan coba – coba membeli tiket biasa untuk menikmati sunset disini.

Tiket yang kami beli di Traveloka juga termasuk bonus welcome drink yang bisa diinikmati sebelum atau sesudah mengeksplore The Habitat. Minumnya sederhana, berupa air sereh hangat yang dicampur dengan jahe.

Setelah istirihat sejenak sembari menyeruput air welcome drink, kami beranjak dari The Habitat dan diantar kembali ke Astaka Penang Hill.

 

Jam Buka

Buka setiap hari dari jam 09.00 hingga 19.00 waktu Malaysia.

 

Tiket Masuk The Habitat Penang Hill

Tiket masuk terbagi menjadi dua macam yaitu tiket biasa dan tiket sunset

Tiket biasa (masuk terakhir jam 17.30 dan keluar terakhir jam 19.00)

Dewasa : RM 53

Student/Child (4-13 tahun)/Orang tua : RM 31.8

Anak – anak dibawah 3 tahun : Gratis

Penyandang Disabilitas : Gratis

 

Tiket Sunset Walk (masuk terakhir jam 19.00)

Dewasa : RM 74.2

Student/Child (4-13 tahun)/Orang tua : RM 42.4

Anak – anak dibawah 3 tahun : Gratis

Penyandang Disabilitas : Gratis

 

Cara Menuju The Habitat Penang Hill

  1. Cara RakJel, dari Georgetown naik Bus Rapid Penang nomor 204 tujuan Bukit Bendera. Sesampainya disana dilanjutkan dengan naik kereta sampai ke upper stasion. Lalu menuju booth pembelian tiket yang berada di sekitar Astaka. Kemudian diantar dengan mobil 4WD milik The Habitat.
  2. Cara Sultan, naik mobil 4WD dari Penang Botanical Garden sampai ke Penang Hill. Tidak ada harga pastinya, jadi anda bisa bernegosiasi dengan sopirnya. Eh tapi kan ini kan cara Sultan, masa nawar?
  3. Cara Adventurer Sejati, trekking dari Penang Botanical Garden sampai ke Penang Hill. Dengan berjalan santai akan memakan waktu sekitar 2 jam. Jalur trekking lainnya adalah dari Moongate, sepanjang Waterfall Road, jalurnya lebih sulit lagi, jadi pastikan menggunakan alas kaki yang sesuai dan bawalah persedian air yang cukup.

Kontak dan informasi lengkap lainnya bisa diakses ke www.thehabitat.my

 

2 Responses

Leave a Reply